Selamat Datang Sahabat

Assalamu'alikm wr wb
Blog ini berisi ide, pemikiran dan motivasi untuk menjadi hamba yang terbaik di hadapan Allah. Blog ini sangat meninspirasi agar bahwa dalam hidup ini kita senantiasa harus menepati janji. semoga apa yang ada di blog ini dapat bermanfaat bagi teman-teman, sahabat-sahabat semua, bagi yang berkepentingan silahkan mengcopy seperlunya dan silahkan kasih komentar...
Wassalamu'alaikm wr wb

Selasa, 07 April 2009

Nasihat Untuk Salafi

Saya telah lama mengenal kelompok ‘salafi’, tepatnya sejak tahun 1993.
Kelompok lain sekitar tahun itu juga, atau 94-an, seperti IM, HT, dan Jamaah tabligh. Pengamatan saya sampai hari ini, ada hal yang tidak berubah pada diri ‘salafi’, yaitu hobi menuduh, memfitnah, mencela, imma dalam bentuk kajian di majelis ta’lim (lalu dikasetkan), bulletin da’wah, majalah dan buku-buku,belakangan di internet (saya memiliki arsip-arsipnya). Semuanya dibungkus dengan istilah dan kedok nasihat dan tahdzir, atas nama Ahlus Sunnah wal Jamaah. Maka tidak heran selama itu saya mengenal ‘salafi’, selama itu pula saya tidak berminat mengikutinya.

Maka tidak aneh, jika para pemuda yang baru ngaji, termakan provokasi oleh satu atau dua makalah ‘salafi’ yang berisi propaganda, dan pembunuhan karakter bagi yang lainnya. Setelah itu, tahu-tahunya berkata ‘Saya tinggalkan IM’, ‘Dulunya saya IM, sekarang ‘salafi’,(lha promosi .. siapa yang nanya? Becanda kok)

Anak kecil bila melihat mahasiswa memang kagum dengan intelektualitasnya,tetapi profesor melihat mahasiswa, tentu berkata ‘Anda harus banyak belajar.’ Tidak sedikit dosen-dosen LIPIA yang heran dengan perilaku pemuda ‘salafi.’Maka wajar jika saya tidak pernah menganggap ‘salafi’ itu dalam ilmunya, hebat kajiannya, pokoknya tob abiss!.kalla tsumma kalla. Anehnya jika diajak diskusi atau dialog ilmiah terbuka, mereka menghindar. Jadi, mereka menggunakan strategi Hit n Run (pukul dan lari).

Sesungguhnya Ahlus Sunnah terkenal dalam hujjahnya, tinggi akhlaknya, sementara ‘salafi’? sangat ‘dalam’ hujatannya, dan bermasalah dari sisi akhlak. Insya Allah nanti akan saya tunjukkan bukti-buktinya. Adapun bagi yang lain yang bukan ‘salafi’, kalian jangan gembira dulu, tulisan ini sama sekali tidak diniatkan membela kalian; IM, HT, JT, atau MMI. Ini sekadar mengembalikan duduk masalah agar kaum ‘salafiyun’
mengoreksi dirinya. Istilah ‘salafi’ akan selalu saya beri tanda petik, karena salafi yang benar-benar salafi sangat berbeda, bahkan super jauh dari pemikiran dan perilaku ‘salafi’ mereka ini (sama saja baik ‘salafi’ pengikut majalah Syariah yang mantan-mantan Lasykar Jihad yang belakangan disebut salafi yamani, atau majalah As Sunnah dan Al Furqan, yang katanya lebih moderat, namun jika membicarakan kejelekan kelompok lain, secara umum mereka sama akhlaknya).

Saya tidak membicarakan Syaikh bin Baz, Syaikh Al Albany dan Syaikh Ibnu Utsaimin.
Mereka, kaum ‘salafiyun’ sering mengutip Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, Syaikh bin Baz, Syaikh al Albany, dan Syaikh Ibnu ‘Utsaimin, semoga Allah merahmati mereka semua, namun tak satu pun akhlak para imam ini diikuti oleh para ‘salafiyun’. Salafi sejati tidak akan bertengkar sesama mereka, walau perbedaan pasti ada, tetapi ‘salafi’ yang ini?

Kita lihat sendiri, imma di Indonesia atau di luar, mereka berpecah dengan perpecahan yang amat mengerikan, saling tabdi’, tafsiq, takfir, saling menuduh hizbi, sururi, turatsy, quthby, dll. Anehnya, mereka menyebut da’wah ‘salafi’ adalah da’wah yang penuh diberkahi.

Berkah? Apakah ada keberkahan dibalik perpecahan? Jawablah wahai kaum! Bagi orang yang berilmu dan mantap keyakinannya terhadap al haq, faham betul makna salafus shalih yang orisinil, akan merasa heran dan geleng-geleng kepala dengan tingkah dan faham ‘salafi’. Namun, kita akui bahwa banyak anak muda yang masih dalam tahap pencarian dan pengembaran ilmiah yang belum jauh, telah terperangkap pemikiran ‘salafi’. Tidak sedikit saudara kita yang pernah menuntut ilmu di Saudi Arabia, kebingungan dengan tingkah ‘salafi’ di Indonesia. Seakan ada missing link, siapakah mereka ini?

Terus terang, saya tadinya enggan menulis ini, karena telah banyak yang memberikan tanggapan untuk mereka, tapi ibarat pepatah, anjing menggong-gong kafilah tetap berlalu. Namun fadzakkir fainna dzikra tanfa’ul mu’minin. Saya tidak tahu, pembela ‘salafi’ yang sering menghujat IM di forum Myquran ini, apakah ahli ilmu atau penuntut ilmu? Atau sekedar iseng? Berlayar masih di tepi laut, tingkah seakan sudah
seperti pelayar ulung. Membaca baru satu dua kitab, seakan sudah menjadi al ‘Allamah.

Namun harus diakui, ada pula ‘salafi’ yang salafi. Mereka mau mendengar pandangan orang lain, lapang dada terhadap perbedaan, lisannya bersih dari mencela, tawasuth, adab khilafiyahnya juga bagus. Sedangkan yang ‘salafi’ sangat berbeda. Jadi, komentar saya tidaklah untuk semua salafi, tetapi untuk ‘salafi’ saja, sebab kesalahan sebagian orang–lebih tepat disebut oknum-jangan sampai mengeneralisir semuanya. Semoga Allah Jalla wa ‘Ala menjaga lisan saya dari mencela dan berbuat
zalim dengan sesama ahlul kiblat. Amiin.

Di bawah ini akan saya listing kejanggalan-kejanggalan kaum ‘salafiyun’ gaya baru tersebut. Beserta komentar saya.

1. Mereka –seperti yang sering kita baca dalam tulisan mereka- tidak maudisebut jamaah salafi atau firqah, karena mereka adalah sebuah arus pemikiran yang mengikuti jejak salafus shalih, dan mencoba beramal dengan pemikiran itu, dan tidak pakai pimpinan, pengurus organisasi, dan lain-lain. Sementara yang lain IM, HT, JT, dan MMI, adalah firqah, (juga hizbiyah).

Komentar:
Inilah keputusan mereka terhadap yang lain, siapakah yang berwenang mengeluarkan keputusan itu? Siapa yang telah memberikan mandat kepada mereka? Sesungguhnya, ketika ada manusia yang menarik diri dari kelompok yang lain apalagi menyudutkannya, berarti sama saja ia telah membentuk kelompoknya sendiri alias firqah. Walau ribuan kali dikatakan kami bukan firqah, namun faktanya ‘salafi’ telah menjadi firqah
kelompok), disadari atau tidak. Jangan Anda katakan, “tapi, kami ini’kan firqah najiyah,” (iii … cape deeh) sebab klaim menjadi sia-sia jika tidak sesuai kenyataan.

2. ‘Salafi’ menyebut yang lain adalah hizbiyah, kelompok yang fanatik dan memecah belah umat.

Komentar:
Benarkah kelompok lain fanatik buta? Saya melihat langung para masyaikh IM dan MMI baik tulisan dan lisan, kerap menggunakan fatwa-fatwa Syaikh bin Baz, Syaikh al Albany, dan lainnya. Bahkan mereka tidak membatasi para pemudanya untuk membaca buku-buku ulama salafi, baik fikih atau nasihat-nasihatnya.Bahkan kawan-kawan saya, baik yang IM atau MMI, ikut juga kajiannya ‘salafi’. Tetapi … jangan harap kita menemukan orang ‘salafi’ mau membaca buku-buku Al Banna, Al Qaradhawy, Sayyid Quthb, sekali pun ada biasanya untuk dicari kelemahannya. Karena mereka dilarang oleh masyaikhnya membaca karya ahli bid’ah.

Maka, siapa yang fanatik sebenarnya? Jika Anda katakan, “Mereka’kan sesat dan kena tahdzir.” Benarkah? Apakah ada orang sesat yang mendapat pujian dan penghargaan para ulama dunia? Syaikh Mahmud Syaltut, Syaikh Muhibbudin al Khathib, Syaikh Abu Zahrah, Syaikh Amin Husaini, Syaikh Abdurrahman al Jibrin, Syaikh Manna’ Khalil al Qaththan, Syaikh Ali al Khafif, Syaikh al Maududi, bahkan Syaikh Rasyid Ridha, dan banyak
lainnya, mereka memberikan kesaksian positif terhadap Al Banna dan Sayyid Quthb. Kesaksian mereka lebih layak didengar karena mereka hidup sezaman, atau pernah berinteraksi langsung.

Sementara yang mendiskreditkannya adalah orang yang tidak sezaman, atau belum pernah bertemu langsung, hanya mengutip dari tulisan lalu ditafsiri sendiri, sebagaimana komentar miring Syaikh Rabi’ bin Hadi (ada seorang murid Syaikh ‘Aidh al Qarny berkata kepada kawan saya, bahwa Syaikh Rabi’ adalah tukang fitnah, ia adalah orang paling bertanggung jawab terhadap perpecahan antara sesama salafi, dan antara
IM dan salafi). Lalu kutipan itu dikutip lagi.

Sayangnya, anak-anak yang baru ngaji dijejali oleh tulisan dan pandangan yang mendiskreditkan, tanpa diberi kesempatan untuk mengaji dan mendapat klarifikasi dari yang lain, baik IM atau lainnya. Nah, yang seperti itulah yang biasanya terperangkap dalam ‘salafi.’Adapun Al Qaradhawy, telah banyak secara bergelombang pujian dan penghargaan baginya dari para ulama dunia, termasuk di Saudi sendiri. Bahkan Syaikh bin Baz memanggilnya ‘Al Ustadz Al Fadhil’ (harian Al Muslimun 19 Sya’ban 1415H/20 Januari 1995) begitu pula Syaikh al Albany memanggil dia dengan sebutan itu (Lihat Muqaddimah Ghayatul Maram).

Ada yang lucu, di buku Mereka Adalah Teroris! Al Qaradhawy di sebut teroris dan Khawarij, dan faksi salafi yamani ini juga membuat iklan buku Membongkar Kedok Al Qaradhawy beberapa hari di Kompas, saat kedatangannya ke Jakarta pada Januari lalu. Ternyata datangnya Al Qaradhawy merupakan undangan dari presiden SBY! Jadi, SBY ngundang teroris!

Kasihan, rencana mereka gagal. Al Qaradhawy malah dielu-elukan SBY sebagai ulama moderat, bukan radikal. Itulah kalau asal tuduh, orang tidak akan mudah percaya.Fakta dilapangan, hubungan antara IM,HT, MMI, JT, DDII sangat harmonis. Mereka beberapa kali melakukan pertemuan, di antaranya di Islamic Center (ex lokalisasi Kramat Tunggak). Perbedaan organisasi dan metode praktis da’wah tidak membuat mereka lupa untuk berkoordinasi. Sebenarnya ‘salafi’ diundang tetapi tidak datang, dan dalam pertemuan lain selalu tidak datang.

Maka, siapa sebenarnya yang maunya berbeda terus? Siapa yang menyulut perpecahan? Jadi, siapa yang hizbiyah sebenarnya? Ada seorang tokoh JT dari Australia pernah berkata, ‘salafi’ adalah kelompok yang paling berbahaya, sebab di mana saja mereka berada pasti membuat keributan. Bahkan di Eropa, Jepang, Amerika Serikat, Australia, perbedaan yang ada di Timur Tengah mereka bawa juga ke sana, membuat para mualaf bingung. Wallahu A’lam, tetapi untuk kalimat ‘pasti membuat keributan’ kayaknya benar tuh!

Bukti lain Bahwa ‘salafi’ fanatik dengan kelompoknya adalah dalam banyak hal khususnya ibadah, mereka seragam. Anda lihat cara shalat mereka sama, terus terang saya sendiri juga menggunakan Sifat Shalat Nabi-nya Syaikh al Albany, namun sikap mereka seolah tak ada ruang yang untuk berbeda fiqih. Celana pun harus setengah betis, jika belum maka diragukan ‘kesalafiannya’.

Anda lihat kelompok Islam yang lain, amat toleran dalam masalah khilaf fiqih, karena memang perbedaan fiqih tak mungkin dihindari. Tidak dibenarkan memaksakan kehendak harus sama dengan si fulan dan pulan. karena setiap orang bisa diambil atau ditolak perkataannya kecuali Rasulullah.

3. ‘Salafi’ dalam berbagai tulisan, baik buku, majalah, dan web, merasa yang lain telah menyerang mereka, seakan ‘salafi’ menjadi pihak terzalimi.

Komentar:

Ini sandiwara yang bagus. Data dan fakta yang berbicara. Sejak zaman majalah Salafy awal ada (90-an), saat itu Ja’far Umar Thalib –saddadallah khuthahu- menjadi pimpinannya, hingga majalah As Sunnah yang lahir belakangan, sampai masa pecahnya mereka sejak sebelum adanya Lasykar Jihad sampai Lasykar Jihad dibubarkan dan hingga saat ini, berapa banyak tulisan dalam berbagai bentuknya (termasuk ceramah kaset) yang menyerang IM, JT, HT, sangat banyak, bahkan buaaanyak! Contoh: dalam bentuk buku, Dialog Dengan Ikhwani, Hasan al Banna seorang teroris?, Kekeliruan Sayyid Quthb, Membongkar Kedok Al Qaradhawy, Terorisme Dalam Pandangan Islam (isinya menyerang IM dan tokoh-tokohnya, berbeda dengan judul), Al Qaradhawy Dalam Timbangan, Sayyid Quthb Mencela Sahabat?, Fatwa Ulama Tentang Jamaah Tabligh, Hizbut Tahrir Neo Mu’tazilah,dll.

Untuk Majalah sangat banyak, baik tulisan khusus atau yang terintegrasi dengan kajian umum, sampai saya bosen, baik Salafy, As Sunnah, dan Syariah. Contoh, di As Sunnah berjudul Jamaah-Jamaah Menyimpang (tertulis IM, HT, Hamas, dll). Pada Bulletin Al Manhaj ada Sesatkah Jamaah Tabligh?, Penyimpangan Ikhwanul Muslimin, dll. Kenapa mereka tidak menulis tentang kejahatan Israel, Kekejaman AS, Pemurtadan dan Kristenisasi, atau kalau mau menyerang mbo ya ..yang benar-benar sesat seperti LDII, NII, Ahmadiyah, Isa Bugis, Inkar Sunah.

Sementara yang mengkaunter mereka baru ada tahun 2003an, sejak lahirnya buku Al Ikhwan Al Muslimin Anugerah Allah yang Terzalimi, Dakwah Salafiyah Dakwah Bijak, dan Siapa Teroris Siapa Khawarij, dan beberapa tulisan ringan.(bahasanya pun santun, berbeda dengan tulisan kelompok ‘salafi’). Semua itu dibuat sebagai reaksi bukan yang mengawali, sebagai air dari api yang dikobarkan oleh ‘salafi.’ Apakah ‘salafi’ mau menyadari dan mengakui ini?

Saya minta kepada para ‘salafiyun’ untuk menunjukkan satu saja buku dari tokoh-tokoh IM (seperti Al Qaradhawy, Fathi Yakan, Sayyid Quthb dan adiknya, Abdullah Nashih Ulwan, Abdul Halim Abu Syuqqah, dll) yang menghujat ‘salafi’, kalau ada saya minta ya!

bersambung..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar