Selamat Datang Sahabat

Assalamu'alikm wr wb
Blog ini berisi ide, pemikiran dan motivasi untuk menjadi hamba yang terbaik di hadapan Allah. Blog ini sangat meninspirasi agar bahwa dalam hidup ini kita senantiasa harus menepati janji. semoga apa yang ada di blog ini dapat bermanfaat bagi teman-teman, sahabat-sahabat semua, bagi yang berkepentingan silahkan mengcopy seperlunya dan silahkan kasih komentar...
Wassalamu'alaikm wr wb

Jumat, 29 April 2011

Di Saat Hujan ..........

Jum'at 29 April 2011, hujan lebat mengguyur sebagian besar wilayah jabodetabek, termasuk tangerang. Di kantor dengan teman-teman. Mau survey nasabah baru hujan, mau keluar makan hujan, nggak bisa kemana-mana......

"Mas edo,kalo sama bapak akrab nggak" ku mulai pembicaraan dengan Unit Manager ku, sambil menikmati percikan air hujan yang turun.. "Iya mas fajri, saya akrabnya sama bapak, tapi kalo sama ibu kurang akrab...." jawab mas edo..... "Kalo saya akrabnya sama ibu mas edo, sama bapak kurang" balas ku mengimbangi pernyataan mas edo.

Allahumma inna asalukan shoyyiban nafii'an.... Jalanan banjir, air menggenang setinggi lutut orang dewasa... Saya dan mas edo kembali ke dalam kantor.... sesuai dengan aktivitas masing-masing.

Saya merenungi kondisi bapak yang hari ini dalam keadaan sakit, di Bengkulu. 3 tahun yang silam, dua jari kaki bapak putus, karena diabetes yang menggerogoti telapak kakinya. Waktu itu aku di Jakarta, sibuk dengan pekerjaan. Aku merasa bersalah.....

Saat ini bapak sudah tidak kuat berjalan sampai lebih 200 m, padahal beliau adalah imam di masjid Al Marjan kota Bengkulu. "Ya Allah saat ini bapak sudah berumur 63th, sama dengan umur Rasul Mu Muhammad, beliau sudah sakit-sakitan, tak dapat lagi melaksanakan tugasnya menjadi imam di masjid, sholatpun tak kuat lagi berdiri Ya Allah. Hamba menyadari bahwa sewaktu-waktu Engkau memanggilnya.... Pintaku ya Robbi, saat Engkau memanggil dia, ambillah dalam keadaan khusnul khotimah, terimalah ruhnya dengan sambutan dibukanya Pintu surga......".

"Ya Allah, begitu besar jasanya telah membesarkan kami semua, berat langkahnya mencari nafkah agar kami bisa mengenyam pendidikan yang baik.. Terkadang ia sakit tetapi masih disempatkan ceramah dari mimbar - ke mimbar..... Ya Allah sayangi bapak, masukkanlah ia ke dalam Surga Mu, Amien......"..

Sabtu, 23 April 2011

Belajar membangun jaringan di dunia internet...

Awalnya sekitar 1 minggu yang lalu, saya mencari beberapa alternatif berbisnis di internet.... kemudian saya menemukan sebuah situs yang menawarkan pola bisnis diinternet yang hampir mirip dengan multi level marketing di internet..

Tak berapa lama saya mencoba mempelajari sistem yang ditawarkan di situs tersebut tepatnya di www.asetmandiri.com/?id=fajriberhasil . karena sistem yang dipakai sangat simpel akhirnya saya ikutlah menjadi salah satu investor (menjadi member) dengan mengeluarkan uang sejumlah kurang lebih Rp. 280.000.

Keesokan harinya setelah saya tranfer, akun saya di asetmandiri.com/?id=fajriberhasil sudah aktif, saya mendapat web yang sama, hanya saja area investornya adalah saya sendiri. setelah membaca dengan seksama, saya mulai mempromosikan situs ini atau investor area ke teman - teman... baik melalui Facebook atau yang lain.... dan alhamdulillah saat saya promosi, situs saya sudah dikunjungi oleh hampir 100 orang.... luar biasa...

memang belum banyak uang yang saya hasilkan dari bisnis ini, tapi saya yakin bahwa bebrapa hari kedepan saya bisa mendapatkan uang dengan halal lewat bisnis ini. karena saya ingin menyelesaikan beberapa kewajiban (hutang) dengan pihak lain...

Bagi teman-teman yang inngin mencoba belajar bisnis di internet, silahkan ikutin web ini www.asetmandiri.com/?id=fajriberhasil... salam sukses....

Selasa, 12 April 2011

Mungkinkah Ya Robbi.....?

Hari mulai senja, tak kala ku ingat dia dan Engkau Robbi.....
Saat dimana kenangan indah bersama ayah, aku dan dia...
Robbi, ternyata hati kecil tetap sama seperti dulu, bahkan memang tidak pernah bisa dibohongi
Di mana suatu saat, atau entah dimana tetap ada memori indah..


Walau engkau telah tiada ayah, tetap ku rindu, sebagaimana dia tahu itu
Bahwa rasa kita sama, tak berbeda mengharapkan engkau tenang di alam baka
Di terangi doa dari anakmu yang soleh dan soleha, setiap saat setiap waktu berujar tentangmu
Ketika malam, siang atau senja, tetap berharap akan ampunanmu Robbi.....


Saat dimana saat ini kita jauh, berbeda alam, diujung malam tersimpan asa yang sama
berharap memohon dan meminta, mungkinkah Engkau ayah hadir kembali dalam kehidupan ini
Saat itu wajauhmu tenang ketika kembali kepada Nya
Saat itu juga aku jauh, hilang, tanpa ada disisimu......


Robbi, satu pintaku, aku ingin bersamanya.............Mungkinkah.......?

Senin, 11 April 2011

Ampuni Papa Yaaa Robbi......

Hari ini, lama sekali aku memandang mu papa, walaupun jauh mataku tak hendak pergi dari pusara mu yang menghanyutkan aku dalam linangan air mata tak berkesudahan. Bagaimana kabar Engkau di dalam sana, gelap gulita kah, atau terang benderang kah? Semua tergantung aku papa...... Doaku akan menerangi malam-malam penantian mu bertemu dengan Sang Pencipta Matahari......

Papa, kuingat dulu kenangan indah bersama mu... Engkau pandai sekali bermain catur. Ketika aku kalah, Engkau penuh riang, anandapun senang.... Ketika engkau merestuiku dengan nya, akupun senang dan bahagia.... Papa, Engkau tidak pernah memarahiku, sebaliknya engkau pengayom bagi ku....

Tapi aku papa,......Maafkan aku papa, ketika Engkau sakit, aku tidak bersama dengan dirimu, ketika anakmu sedih, aku tidak bersamanya... sungguh diri ini banyak berdosa padamu. Dan papa, ketika Engkau kembali kepada Robbi, aku tidak ada disisimu... sungguh papa maafkan aku.......

Papa, bolehkah aku mengobati luka hatinya? Bolehkah aku kembali menaruh harapan kepadanya? Tapi papa, Engkau sudah tidak lagi disisinya. Pusaramu tidak akan mungkin berbicara menjawab pertanyaan ku tadi. Dan aku, tidak pernah tahu apakah jawaban ku tadi akan di restui?

Papa, sebagai insan tentu aku tetap punya harapan.... Setinggi langit, sekokoh karang. Harapan adalah semangat agar tetap istiqomah menggapainya..... Papa, walaupun kini engkau telah tiada, semangatku tetap hidup agar suatu saat bisa bersamanya. Walaupun terkadang harapan tidak sesuai kenyataan, tetapi ku tetap katakan pada pusaramu papa, aku menanti dia.

Papa, saat ini kusaDARI bahwa engkau butuh doa dari anak-anakmu...... Surga menanti dari do'a seorang istri, ayah menanti doa' seorang anak yang sholih/a. Papa belum terlambat bagi untuk menjadi bagian dari anakmu yang sholih.......... Papa, aku sayang padamu, sama seperti aku menyayanginya.........

Papa, dalam sujudku, aku senantiasa berkata...
Ampuni Papa ya Robbi......

Rabu, 06 April 2011

Ampuni Aku Yaa Robb......!

Dalam diamku, tersimpan seribu makna, bahkan berjuta makna....
pengharapan, kesedihan, penyesalan dan kemarahan
menjadi satu luka yang saat ini belum sembuh

Papa, mengapa engkau pergi tanpa aku
ada disisimu, mama jangan menangis lagi
karena aku akan kembali
ada disisinya, menemaninya, bersamanya untuk selamanya

Walau tak menentu, tak tahu kapan, apalagi pasti....
namunku kuatkan tekadku, bahwa kelak suatu saat
janjiku akan ku tunaikan

namun pabila sudah selesai perjuangan ku
tetapi tetap tidak bisa bersua
di tepi muara nan indah
maka kukatakan kepada mama, papa dan semua yang ada di sekitarmu
dan terutama kepada Robbku
Bahwa hari ini telah ku tunaikan janjiku padamu, ku tunaikan janjiku kepada Mu

Robbi Izzati Ampuni AKu.......

Sudut kecil Stasiun BBM
Bintaro Tangsel Ba'da Maghrib 6/04/11

Selasa, 05 April 2011

Janji Pada Sang Pemilik Matahari

Hari ini satu hari setelah dari perjalanan yang cukup panjang.... pukul 00.40 mata terasa kantuk yang luar biasa, tapi hati kecil tak bisa membawa mata tuk terpejam. Memikirkan sebuah janji yang harus di bayar. Janji adalah hutang, hutang adalah tanggung jawab, tanggung jawab adalah amanah, amanah harus di jaga, pada akhirnya harus di tunaikan......

Tadi waktu sholat isya, pada roka'at pertama, ku baca suroh al zalzalah. sampai pada kalimat famayya'mal mitsqladzarrotin khoiroyyaroh, tak kuat lagi......... menahan air mata yang pada saat bertemu sudah ingin membasahi kulit pipiku yang terasa makin tidak halus, apalagi tampan!Ya Rohim........... menangisku terseduh-seduh. Gusar mukaku di sejadah, memecah suara santri ponpes tahfidz quran darul quran lantaburo yang sedang menghafal........ semua mata santri tertuju kepada ku...... karena sepanjang sholat isya berurai air mata....... duh Robbi.... Duh Ilahi.......

"mama maafkan aku, papa tolong ampuni aku, saudara dan saudariku maafkan kesalahanku, dan khusus kepada Engkau, cambuklah diriku, buatlah aku menderita, buatlah aku menangis selamanya, buatlah hati ku hancur. karena dulu aku pernah membuatmu menangis, membuatmu bersedih, membuatmu sakit hati, membuatmu tak berdaya....."

Tapi kini, hati ku benar-benar tersayat sembilu, hatiku menderita, luka ku terasa disiram oleh air cuka, pedih rasanya. Oh.......... beginikah rasanya.... seperti yang dulu pernah Engkau rasakan?????

Di ujung malam ini, duh Robbi izzati, bantu aku tuk menepati janji pada dirimu yang telah diciptakan oleh sang pemilik matahari. Beri aku kesempatan Robb, kasih aku peluang, jangan hilangkan harapku, jangan putus asa ku, jangan Engkau lari dariku........

Robb, kapankah hari tuk aku tepati janji, bilakah saatnya suatu kenyataan akan datangnya hari yang telah dijanjikan... Duh Gusti, tidak mengapa ku hitung hari demi hari untuk ungkapkan bahwa aku menunggu saat tuk menepati janji, hari dimana hati kecilku bergumam, sudah saatnya ku bayar apa yang pernah aku ucapkan.

Tapi Robbi, jangan panggil aku dulu sebelum aku tepati janji, kepadanya yang sudah tak lagi disisi. Jangan panggil dia dulu, karena janji belum ku tepati, jangan ambil dia pada saat ku persiapkan semuanya. Robbi sisakanlah dia untuk ku, walaupun lama ku menanti, walau tak tahu kapan saatnya bersua untuk selamanya. Walau ku tempuh hari-hari yang panjang... tak mengapa melelahkan, tak mengapa berpeluh atau bersimbah darah sekalipun....

Wahai sang pemilik hati.... kepada Mu lah ku tumpahkan semua ini, kuceritakan isi hati ku, ku ungkapkan semuanya...... Agar dia tahu, bahwa ku bekerja hari ini, ku hitung hari-hari, untuk menepati janji............................ yang pernah terucap.................................

sudut kamar kecil di rumahku
5 April 2011
Robbi, bantu aku tuk menepati janji........