Hari ini satu hari setelah dari perjalanan yang cukup panjang.... pukul 00.40 mata terasa kantuk yang luar biasa, tapi hati kecil tak bisa membawa mata tuk terpejam. Memikirkan sebuah janji yang harus di bayar. Janji adalah hutang, hutang adalah tanggung jawab, tanggung jawab adalah amanah, amanah harus di jaga, pada akhirnya harus di tunaikan......
Tadi waktu sholat isya, pada roka'at pertama, ku baca suroh al zalzalah. sampai pada kalimat famayya'mal mitsqladzarrotin khoiroyyaroh, tak kuat lagi......... menahan air mata yang pada saat bertemu sudah ingin membasahi kulit pipiku yang terasa makin tidak halus, apalagi tampan!Ya Rohim........... menangisku terseduh-seduh. Gusar mukaku di sejadah, memecah suara santri ponpes tahfidz quran darul quran lantaburo yang sedang menghafal........ semua mata santri tertuju kepada ku...... karena sepanjang sholat isya berurai air mata....... duh Robbi.... Duh Ilahi.......
"mama maafkan aku, papa tolong ampuni aku, saudara dan saudariku maafkan kesalahanku, dan khusus kepada Engkau, cambuklah diriku, buatlah aku menderita, buatlah aku menangis selamanya, buatlah hati ku hancur. karena dulu aku pernah membuatmu menangis, membuatmu bersedih, membuatmu sakit hati, membuatmu tak berdaya....."
Tapi kini, hati ku benar-benar tersayat sembilu, hatiku menderita, luka ku terasa disiram oleh air cuka, pedih rasanya. Oh.......... beginikah rasanya.... seperti yang dulu pernah Engkau rasakan?????
Di ujung malam ini, duh Robbi izzati, bantu aku tuk menepati janji pada dirimu yang telah diciptakan oleh sang pemilik matahari. Beri aku kesempatan Robb, kasih aku peluang, jangan hilangkan harapku, jangan putus asa ku, jangan Engkau lari dariku........
Robb, kapankah hari tuk aku tepati janji, bilakah saatnya suatu kenyataan akan datangnya hari yang telah dijanjikan... Duh Gusti, tidak mengapa ku hitung hari demi hari untuk ungkapkan bahwa aku menunggu saat tuk menepati janji, hari dimana hati kecilku bergumam, sudah saatnya ku bayar apa yang pernah aku ucapkan.
Tapi Robbi, jangan panggil aku dulu sebelum aku tepati janji, kepadanya yang sudah tak lagi disisi. Jangan panggil dia dulu, karena janji belum ku tepati, jangan ambil dia pada saat ku persiapkan semuanya. Robbi sisakanlah dia untuk ku, walaupun lama ku menanti, walau tak tahu kapan saatnya bersua untuk selamanya. Walau ku tempuh hari-hari yang panjang... tak mengapa melelahkan, tak mengapa berpeluh atau bersimbah darah sekalipun....
Wahai sang pemilik hati.... kepada Mu lah ku tumpahkan semua ini, kuceritakan isi hati ku, ku ungkapkan semuanya...... Agar dia tahu, bahwa ku bekerja hari ini, ku hitung hari-hari, untuk menepati janji............................ yang pernah terucap.................................
sudut kamar kecil di rumahku
5 April 2011
Robbi, bantu aku tuk menepati janji........
Blog ini berisikan tulisan-tulisan tentang komunikasi dan ranah keilmuan komunikasi, khususnya di komunikasi bisnis dan pemasaran, silahkan kepada pengunjung yang ingin mengkopi sediki atau banyak dari tulisan ini, semuanya saya dedikasikan untuk keilmuan, khususnya di bidang komunikasi bisnis dan pemasaran
Selamat Datang Sahabat
Assalamu'alikm wr wb
Blog ini berisi ide, pemikiran dan motivasi untuk menjadi hamba yang terbaik di hadapan Allah. Blog ini sangat meninspirasi agar bahwa dalam hidup ini kita senantiasa harus menepati janji. semoga apa yang ada di blog ini dapat bermanfaat bagi teman-teman, sahabat-sahabat semua, bagi yang berkepentingan silahkan mengcopy seperlunya dan silahkan kasih komentar...
Wassalamu'alaikm wr wb
Blog ini berisi ide, pemikiran dan motivasi untuk menjadi hamba yang terbaik di hadapan Allah. Blog ini sangat meninspirasi agar bahwa dalam hidup ini kita senantiasa harus menepati janji. semoga apa yang ada di blog ini dapat bermanfaat bagi teman-teman, sahabat-sahabat semua, bagi yang berkepentingan silahkan mengcopy seperlunya dan silahkan kasih komentar...
Wassalamu'alaikm wr wb
Tidak ada komentar:
Posting Komentar