Selamat Datang Sahabat

Assalamu'alikm wr wb
Blog ini berisi ide, pemikiran dan motivasi untuk menjadi hamba yang terbaik di hadapan Allah. Blog ini sangat meninspirasi agar bahwa dalam hidup ini kita senantiasa harus menepati janji. semoga apa yang ada di blog ini dapat bermanfaat bagi teman-teman, sahabat-sahabat semua, bagi yang berkepentingan silahkan mengcopy seperlunya dan silahkan kasih komentar...
Wassalamu'alaikm wr wb

Sabtu, 04 April 2009

Meneladani Ahlaq Manusia Agung Muhammad saw

Semakin modern zaman ini, terasa semakin jauh ummat ini dengan sosok berkepribadian agung itu. Terkadang orang yang memiliki pola pikir kebarat-baratan di anggap lebih hebat. Tampilan modis dan seksi dianggap sebagai sebuah prestasi. Sosok perlente, banyak uang, kaya raya, banyak mobil dianggap orang terpandang. Sebaliknya ada seorang yang miskin, rumah sederhana hidup dengan apa adanya dianggap bukan apa-apa, bahkan terkesan dikucilkan. Inilah cara pandang yang salah...

Kaya, barangkali memang bisa membuat orang terpandang di hadapan manusia. Pun miskin juga bisa menyebabakan orang terhina di hadapan manusia. Tapi kaya dan miskin bukanlah ukuran apakah terpandang di hadapan Allah. Salah satu ukurang pandangan Allah terhadap manusia adalah keteladanan dirinya terhadap Rasulullah. Ada baiknya kita mencoba meneladani sosok manusia agung tadi, yang sudah jauh sekali ditinggalkan oleh kebanyakan manusia.

Allah swt memberikan pujian tentang ahlaq atau budi pekerti kepada Rasulullah saw. Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung. (Al Qolam : 4) Muhammad ibnu Abdullah itu berperilaku lemah lembut, pemaaf, dermawan, suka bermusyawarah, penyabar dan senantiasa bertawakkal pada Allah, kekasihnya. Pada satu sisi Muhammad juga tegas dan keras kepada musuhnya, berkasih sayang kepada sesamanya. Allah mengabadikan dalam suroh Al Fath ayat 29. "Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka, kamu lihat mereka ruku dan sujud mencari karunia Allah dan keridhoan-Nya. tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud".

Menteladani Rasulullah dapat kita lakukan dengan memperbanyak membaca sejarah kehidupan beliau. Membaca hadits-hadits beliau dan berdiskusi tentang kepribadian agung itu. Muhammad itu tauladan bagi siapa saja. Bagi seorang pemimpin negara, katakanlah presiden, bisa belajar dari bagaimana Rasulullah mengelola negara sewaktu di Mekkah dan Madinah. Muhammad adalah presiden yang memiliki kepribadian kenegarawan. Seorang politikus, juga bisa belajar dari sosok yatim piatu itu, karena Rasulullah adalah seorang politikus. Bagi seorang komandan perang, ooohh Rasulullah itu adalah ahli strategi perang, begitu banyak peperangan yang beliau lakukan, dan dia adalah pemenangnya.

Sementara bagi seorang pebisnis, tidak salah lagi. Rasulullah telah menjadi seorang pebisnis ulung ketika umurnya belum genap 20 tahun. Intinya dalam setiap bidang, Rasulullah patut kita jadikan tauladan yang seharusnya menjadi pengarah dalam kehidupan kita.

Namun realitas di sekeliling kita tidak menunjukkan bahwa Rasulullah itu adalah tauladan bagi ummatnya. Padahal, ketika semua ummat dikumpulkan di Padang Mahsyar, hanya satu orang yang akan memberikan syafa'at atau pertolongan. Dialah Rasulullah saw. Coba bayangkan, Rasulullah itu tidak pernah kenal dengan kita, secara logika tidak mungkin orang yang tidak kenal akan memberikan pertolongan! Tapi begitulah Rasulullah saw, tak terjangkau tinggi ahlaqnya.

Di padang mahsyar nanti, ketika keringat sudah membanjiri tubuh manusia, mereka lupa dengan sanak dan keluarganya. masing-masing sibuk dengan urusannya. Ada seorang manusia yang jongkok bertekuk lutut, kemudian kedua tangannya di angkat lalu di bibirnya terucap kata-kata "Wahai pemilik semesta alam, berikanlah pertolongan kepada ummat ku". Kontan saja begitu banyak pengikut seseorang ini terselamatkan dari siksa adzab neraka, seseorang itu adalah Muhammad suami siti khodijah.

Telah banyak tulisan yang mengupas sisi negatif korupsi di Indonesia. Budaya kekerasan yang menjadi fenomena. Media televisi yang mempertontonkan pornografi, Pembunuhan anak terhadap ayahnya. Praktik aborsi silih berganti tak pernah habis. Atas kisah nyata pembunuhan keji Ryan pemuda Jombang.

Rasanya, tidak ada satu obatpun yang dapat mengobati penyakit kerusakan moral, korupsi, kemaksiatan, pornografi dan semua hal yang berbaik syirik di Indonesia ini, kecuali dengan kembali bertauladankan Rasulullah.

Ya Rasulullah, kami merindukan pertemuan dengan mu.........

Tidak ada komentar:

Posting Komentar