Selamat Datang Sahabat

Assalamu'alikm wr wb
Blog ini berisi ide, pemikiran dan motivasi untuk menjadi hamba yang terbaik di hadapan Allah. Blog ini sangat meninspirasi agar bahwa dalam hidup ini kita senantiasa harus menepati janji. semoga apa yang ada di blog ini dapat bermanfaat bagi teman-teman, sahabat-sahabat semua, bagi yang berkepentingan silahkan mengcopy seperlunya dan silahkan kasih komentar...
Wassalamu'alaikm wr wb

Kamis, 03 Februari 2011

Materi Pelatihan "Menjadi Muslim Sukses" Merencanakan kesuksesan

Materi 1
Menjadi Muslim Sukses
“Konsep Menuju Sukses”


Banyak sekali makna kesuksesan yang sering kita baca di buku-buku, blog-blog, atau di media cetak lain. Ada yang mengatakan bahwa sukses adalah jika kita bisa mendapatkan apa yang kita inginkan tanpa merugikan orang lain dan kita bisa menerimanya dengan senang hati, kemudian kita bisa membantu banyak orang yang membutuhkan uluran tangan kita dengan rasa belas kasih dan tulus ikhlas dengan penuh rasa puas". (Wuryanano).

Lain lagi menurut Bayu mukti, sukses menurutnya adalah saat kita dapat menemukan sebuah kedamaian dan kebahagian dan saat kita melakukan hal-hal yang kita cintai. Sukses adalah bila berhasil menuntaskan program-program kerja yang disenangi banyak orang dan tidak ada pihak yang terluka, menurut ; Joeloen.

Terlepas dari apapun makna sukses, tapi pendapat yang lebih bijak menurut hemat saya, sukses adalah persamaan dari kondisi berhasil, berprestasi, dan menjadi lebih baik dari sebelumnya dalam suatu keadaan tertentu. Misalnya sukses bagi Ahmad, adalah apabila dia mampu membayar hutangnya yang berjumlah Rp. 500.000.000,- kepada pak Haji Budi. Sukses adalah ketika Rina berhasil menyelesaikan kuliahnya di kedokteran Universitas Indonesia. Sukses bagi seorang ibu hamil manakala dia berhasil melahirkan anaknya dengan selamat. Jadi sebenarnya sukses itu adalah tercapainya keinginan pada satu kondisi tertentu.

Sekarang timbul pertanyaan bagaimana cara meraih kesuksesan itu?

Sukses adalah bentuk akhir dari sebuah perjalanan/proses panjang atau pendak yang dimulai dari angka 0 (nol) hingga 10 (sepuluh). Ketika Ahmad ingin membayar hutangnya sebesar Rp. 500.000.000,- kepada pak Haji Budi, maka Ahmad pada angka 0 (nol) harus membuat konsep suksesnya, membuat perencanaan bagaimana caranya membuat aktivitas agar ia mendapatkan uang, baik sedikit-sedikit atau langsung banyak, sehingga pada angka 10 ia berhasil menyelesaikan hutangnya kepada pak Haji Budi.

Begitu juga dengan Rina, ketika ia berhasil masuk menjadi mahasiswi di Fakultas Kedokteran UI, maka pada angka 0 (nol) dia harus membuat konsep-konsep bagaimana caranya agar tepat pada tahun ke empat atau kelima sudah menyelesaikan pendidikan di UI. Artinya bahwa setiap kita yang ingin meraih kesuksesan harus membuat tangga sukses tersebut. Yang perlu digarisbawahi adalah kesuksesan itu harus di konsep, harus direncanakan, harus dirancang dengan baik.

Konsep adalah suatu kesadaran yang utuh, kuat, jelas dan mendalam tentang visi dan misi hidup, pilihan jalan hidup besarta prinsip dan nilai yang dibentuknya ; Anis Matta dalam Delapan mata air kecemerlangan. Dalam konsep, peta potensi, kapasitas dan kompetensi diri harus diejawantahkan dalam tataran teknis. Karenanya bahwa setiap aktivitas menuju kesuksesan adalah pelaksanaan dari konsep yang telah direncanakan dengan matang.

Konsep sukses adalah menciptakan kesadaran utuh, kuat dan jelas tentang sebuah perencanaan terarah menuju keberhasilan dalam struktur kesadaran kita. Ada kata-kata bijak, “gagal merencanakan berarti merencanakan kegagalan”, anonim. Betul, bahwa perencanaan harus dibuat dengan sebaik mungkin, karena rencana adalah rel dalam mencapai kesuksesan.

Misalnya anda ingin menjadi seorang pebisnis yang sukses, maka anda harus merencanakan aktivitas bisnis anda. Seorang pelajar ingin sukses dalam Ujian Akhir Nasional, maka yang harus dilaksanakannya adalah menbuat rencana-rencana bagaimana dia bisa meraih nilai yang tinggi dalam UAN.

Sama dengan perjalanan hidup ini, segala sesuatu harus direncanakan dengan baik, mau meraih apa setiap kita di hari yang akan datang? Hari esok, lusa, minggu depan, bulan depan atau tahun depan? Lebih jauh lagi nanti ketika kita kembali kepada Allah, apa yang ingin kita raih, surga atau neraka?

Allah SWT menyuruh kita untuk melakukan perencanaan. Kata Allah SWT begini “Wahai orang orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat) dan bertakwalah kepada Allah sungguh Allah maha teliti terhadap apa yang kamu kerjakan. QS, 59 : 18

Jadi bagaimanakah dengan kita saat ini, sudahkah kita membuat perencanaan untuk kesuksesan kita? Atau kita sedang melaksanakan aktivitas-aktivitas yang sudah kita rencanakan menuju sukses?

Bersambung pada materi 2 kekuatan pikiran adalah pondasi dalam konsep kesuksesan....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar