Selamat Datang Sahabat

Assalamu'alikm wr wb
Blog ini berisi ide, pemikiran dan motivasi untuk menjadi hamba yang terbaik di hadapan Allah. Blog ini sangat meninspirasi agar bahwa dalam hidup ini kita senantiasa harus menepati janji. semoga apa yang ada di blog ini dapat bermanfaat bagi teman-teman, sahabat-sahabat semua, bagi yang berkepentingan silahkan mengcopy seperlunya dan silahkan kasih komentar...
Wassalamu'alaikm wr wb

Minggu, 04 Januari 2009

Berbagi Pemahaman Alquran

Assalamu'alaikum wr wb

Sahabat-sahabat semua, dalam kolom ini saya ingin berbagi pemahaman tentang Al Qur'an, khususnya tentang bagaimana membaca Al Qur'an agar bisa tartil serta bacaan Al Qur'an seperti imam-imam timur tengah. Di antaranya Imam Sa'ad Al Ghomidi, Hani Ar Rifa'i dan Musya'ari Rosyid.


Namun sebelumnya biar lebih kenal dan akrab, saya bernama Maman Fajri. Saat ini saya membina (Dosen) mahasiswa di Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Asy Syukriyyah, khususnya mata kuliah tahsin qur'an. Saya juga masih melancarkan hafalan Qur'an di Ma'had Darul Qur'an Lantaburo Ketapang, Cipondoh Tangerang. Satu lagi, karena saya senang dengan dunia anak-anak, saya juga menjadi pengajar Al Qur'an di Sekolah Alam Tunas Robbani Tangerang.

Kunci untuk mampu membaca Al Qur'an

Sahabat semua, sebenarnya tidak susah untuk membaca Al Qur'an dengan tartil dan seperti imam timur tengah. Kuncinya hanya empat langkah.

Pertama Konsisten dalam membaca dengung


Dengung atau ghunnah adalah bacaan yang senantiasa ada dalam Al Qur'an. Setiap dengung apapun namanya harus dibaca 3 harokat. Di dalam Al Qur'an, bentuk dengung antara lain dengung karena ikhfa', dengung karena idghom bighunnah, dengung karena iqlab, dengung karena ikhfa' syafawi, dengung karena idghom mimi dan dengung karena mim dan nun yang bertasydid. Nah panjang dengung tersebut harus 3 harokat.

Kedua Istiqomah dengan mad

Mad adalah tanda baca panjang. membaca mad harus sesuai dengan kadarnya yang telah ditentukan. Jika panjang madnya 2 harokat, maka bacalah 2 harokat. Jika 4 atau 5 harokat maka bacalah sesuai dengan panjangnya.
Tidak boleh dalam membaca mad, kita merubah panjang bacaannya. Misalnya sekali waktu kita baca 3 harokat dan dilain waktu kita baca 5 harokat. Bacaan ini akan merusak bacaan itu sendiri.

Ketiga tahu waqof

Wakof adalah tempat berhenti. Sebenarnya jumlah wakof sangat banyak. Insyallah akan dibahas pada pelajaran berikutnya. Namun intinya bahwa berhenti pada tempat yang bukan wakof dapat merusak bacaan al quran.

Untuk mengetahui kaidah wakof dengan baik, sebenarnya kita harus mengetahui tatabahasa arab. Namun bagi kita yang tidak memahami bahasa arab, maka kuncinya adalah dengan berhenti pada tanda wakof yang sudah ada dalam bacaan tersebut.

ke empat memahami makhorijul huruf dan shifatul huruf

Makhorijul huruf dan shifatul huruf adalah pelajaran dasar bagi kita untuk bisa membaca Al Qur'an dengan baik dan benar. Banyak diantara kita bisa membaca Al Qur'an namun tidak bisa menjabarkan apa makhorijul hurufnya dan apa shifat huruf tersebut.

Nah bacaan yang tartil dan merdu, akan sangat jelas terdengar bunyi dari huruf Al Qur'an dan shifat yang mengiringinya. Setidaknya dalam satu huruf Al Qur'an memiliki 5 shifat. Oleh karena itu sangat penting bagi kita untuk menguasai makhorijul huruf (tempat keluar huruf) dan sifat-sifatnya.

Demikian pelajaran kita kali ini, billahitaufiqwalhidayah....
Wassalamu'alaikum wr wb.

Saya persilahkan bagi sahabat-sahabat untuk berkonsultasi tentang pelajaran Al Qur'an. Boleh telpon langsung di 021 9630 9686 atau di 0852 6835 8786 atau boleh kirim email di ust_fajri_pgqnq@yahoo.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar